Sudah lama gue ga ngepost di blog gue ini. Terakhir gue online di sini, gue nemuin sarang laba-laba dimana-mana, banyak kecoa, tikus merajalela, dan semuanya uda terbengkalai ngga karuan. Hari ini 20nopember, gue disuruh sama guru TIK buat ceritain kota dimana gue dibesarkan dengan pompa *eh?. Ya, itulah Ranah Bukittinggi, kota terbersih diantara kota-kota yang ada di Afrika sana, kota dimana Bung Hatta dilahirkan, kota dimana gue pernah ngejalanin pahit manisnya perjalanan cinta ini *jiah, kota dimana semua kejadian-kejadian aneh yang pernah gue rasain terjadi. Secara, gue ini Presiden Of Bego International Cooperation World, jadi emang gue setiap harinya harus jadi orang aneh. Kalo ngga aneh, reputasi gue sebagai Presiden bakalan hilang!
Sebelum itu, gue mau nyeritain kalo beberapa bulan yang lalu gue pernah mengikuti perlombaan membuat Film Dokumenter tingkat Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Bengkulu. Di antara 4 film yang dikirim, 3 diantaranya masuk 9 nominasi. Dan salah satunya adalah film gue *Plokplokplok. Ini cuma sebagai curhatan gue doang, atau sebagai sarana untuk membangga-banggakan salah satu keahlian gue diantaranya tidur, makan, boker, dan mangango.
Mangango merupakan sebuah tekhnik untuk meningkatkan imajinasi, dan memberikan imajinasi serta ekspresi.
Mangango menurut para ahli :
1. Raditya Dika : merupakan sebuah upaya untuk membuat para penjahat yang mengganggu menjadi pingsan seketika.
2. Aristoleses : merupakan suatu tekhnik untuk meregangkan otot pipi, dengan membuka mulut selebar 2 jari, serta untuk memanjakan wajah.
3. Mbah Marijan : *Teks tidak bisa ditampilkan, karena kalau ditampilkan, kalian juga ngga bakalan ngerti*
4. Albert Einstein : merupakan sebuah tekhnik perpaduan antara Gesekan yang terjadi antara gisi atas dan bawah yang menimbulkan kecendrungan untuk membuka mulut selebar 2 jari.
Kesimplannya adalah bahwa Mengango merupakan tekhnik untuk meningkatkan imajinasi, dan memberikan imajinasi serta ekspresi dengan cara membuka mulut selebar 2 jari.
Bukittinggi ya? Masalah yang paling gue bingungkan di Bukitinggi adalah Angkotnya yang dimana-mana selalu memakai aturan bangku 5 dan bangku 7. Mau orangnya sebesar apapun, mau orangnya sekecil apapun, mau ngga ada orangpun, tetap aja harus 5 dan 7. Pernah pengalaman waktu itu, gue naik angkot TigoBaleh menuju kesekolah dari Pasar Atas. Gue duduk di bangku 7 yang kebetulan masih tersisa 2 orang lagi, sementara bangku 5 nya uda penuh. Dalam perjalanan yang menyenangkan dan angin yang sejuk, gue meikmati peralanan. Sampai akhirnya negara api pun datang menyerang *lho?. Sampai akhirnya di Simpang Tembok naiklah seorang ibu-ibu yang tubuhnya itu bagaikan kecoa bagi semut, bagaikan ayamjago bagi anak ayam, bagaikan gajah oleh jerapah. Ya! Betul sekali, ibu-ibu itu sangat sangat sangat sangat besar.
Ketika ibu-ibu itu masuk, gue langsung tercengang sambil melihat ibu itu dan sesekali melihat bangku di sebelah gue yang hanya tersisa untuk 1 orang. Gue menelan ludah, berharap supaya gue ngga terlalu cepat ke rahmatullah. Dengan berat hati yang sangat berat, gue memberikan luang untuk ibu itu duduk. Tapi, cubaan keduapun langsung datang menghampiri, ketika ibu itu duduk *sangat sangat sempit* , ibu itu melakukan sebuah *goyangnganmautitikraksasa* kekiri dan kekanan untuk memperlebar tempat duduknya.
*goyangnganmautitikraksasa* tersebut membuat tubuh gue serasa waktu di lindes sama alat berat. Dan gue pun mati seketika.
*goyangnganmautitikraksasa* tersebut membuat tubuh gue serasa waktu di lindes sama alat berat. Dan gue pun mati seketika.
Hal aneh lainnya di kota ini adalah, masih banyaknya remaja-remaja alay yang terdapat di kota ini. Kemaren gue habis membekuk segerombolan remaja 17tahunan yang masih memakai poni ala Andika Kangen Band. Segerombolah remaja tersebut langsung gue bawa ke KAPOLRES Bukittinggi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat ini, gue masih berusaha untuk melacak para pengedar SMS alay dan para pengedar lagu SM*SH serta lagu-lagunya Kangen Band. Beberapa diantara adik kelas gue, pernah tertangkap basah sedang berbuat perbuatan terlarang, membuat SMS 4L4Y. Namun ketika gue berusaha untuk menyergap mereka, merekapun lari dengan menggunakan Elang. Saya sebagai Presiden Of Bego International Cooperation World dan sebagai Seksi Pelacakan Anti KeALAYan Indonesia mengajak kepada seluruh warga Indonesia untuk memberantas adanya tindak perilaku Ke4L4Yan, karena sesuai dalam UUD KeALAYan no 39 tahun 2008 tentang Penyalahgunaan Sifat Masyarakat. Terimakasih.
Icon khas kota Bukittinggi itu adalah Jam Gadang. Kenapa disebut Jam Gadang? karena Jam itu Gadang. Kenapa Jam itu Gadang? Karena Jam itu besar. Kenapa Jam iu besar? Ah Banyak tanya lo! Misteri tentang Jam Gadang yang belum terpecahkan sampai saat ini adalah angka 4 romawinya yang seharunya adalah IV, tetapi pada Jam Gadang adalah IIII. Setelah melalui beberapa penelitian, gue berhasil memecahkan misteri ini. Angka romawinya menjadi IIII karena orang yang membuat angka romawi itu adalah orang bego yang ngga tau angka romawi dan mereka juga terhipnotis oleh angka I, II, dan III di jam tersebut.
Sekian dulu cerita gue kali ini, hope you will be sakciik after read this. Thank you, and salam Bego selalu.
PesanMoral : Cintailah kotamu. Karena ini bukan Kota ku.
Sekian dulu cerita gue kali ini, hope you will be sakciik after read this. Thank you, and salam Bego selalu.
PesanMoral : Cintailah kotamu. Karena ini bukan Kota ku.