5.13.2012

Galau Itu Profesi


            Mulai mengetik lagi, setelah sebulan lebih gue ngga ngepost. Dikarenakan oleh modem gue yang ngga pernah di isi-isi, laptop yang lola, kesempatan untuk mengetik itu  ngga ada, dan karena Anang sama Ashanti uda kawin kemaren. Juga mungkin penyebab utama gue ngga posting, karena GALAU  menjadi profesi terbaru gue. Galau disini bukan diartikan sebagai   God Always Listening Always Understanding tapi karena memang Ashanti uda kawin sama Anang (LHO?).
            Kadang gue iri ngeliat orang pacaran. Kemaren, temen gue baru aja ngasih coklat ke cewe’ nya Silverqueen Chunkybar. Temen gue ini memang orang yang bego, dari pada tuh coklat lo kasih cewe’ lo, lebih baik lo makan aja sendiri! Enak bewuut itu maah. Menurut gue, tradisi ngasih coklat ke cewe’ itu uda ngga jaman lagi sekarang. Apalagi kalo hari palentin. Slah satu coklat kesukaan gue punya moto “life is like a box of chocolate, You’ll never know what you gonna get” (hidup itu kaya sekotak coklat, kamu tidak akan pernah tau apa yang akan kamu dapat). Tapi, kalo bagi gue : hidup itu kaya sekotak coklat, kadang-kadang ada tahi sapinya.
            Gue ngga setuju sama coklat sih, katanya coklat bisa bikin jerawatan. Gue juga pernah dengar kalo coklat bisa bikin orang meninggal. Waktu itu ada orang lagi jalan, trus waktu nyebrang jalan, dia ketabrak truk beng-beng, dan mati di tempat. Gue juga menentang coklat sebagai makanan wajib saat palentin. Selain alas an goblok di atas, harga coklat juga mahal-mahal, malah Silverqueen Chunkybar itu aja, harganya bisa 15rb. Coba bayangkan jika 1 bungkus beng-beng harganya dua ribu rupiah, maka sepuluh ribu beng-beng kan berarti 200juta rupiah! Mahal bangetkan?! (Iye, siapa juga kali yang mau beli beng-beng sepuluh ribu buah?!)
            Karena factor-faktor dari coklat yang merugikan tersebut, gue berpendapat jika suatu hari gue menjadi Mentri Pertahanan Indonesia, gue mewajibkan agar dihari palentin untuk saling berbagi kacang.
            Gue harus mempromosikan kacang sebagai pengganti coklat saat palentin. Selain ringan, bentuknya menggemaskan, bisa di bawa kemana-mana, kacang juga bisa digunakan sebagai alat pertahan diri dari perampok. Contohnya, kalo kita lagi di gangguin penjahat, sumpel aja bolong hidungnya pake kacang! Di jamin dia akan sesak nafas! Tapi hati-hati di bacok duluan saat lagi berusaha keras mencari bolong hidungnya.
            Namun, kacang yang terpenting saat palentin adalah, bisa diajak bermain bersama pasangan anda. Ya, kita bisa bermain dengan pacar kita. Nama permainan yang telah di ciptakan oleh penemunya ini di beri nama Meriam Kacang atau di singkat menjadi Mercang.

Berikut langkah-langkahnya :




Permainan Mercang :
11.      Siapkan kacang atom yang masih segar, semakin ‘kriuk’ semakin bagus, jangan pilih kacang yang bopeng, harus kacang yang bulat sempurna.
22.      Masukkan kacang tersebut masing-masing ke 2 lubang hidung anda. Awas, anda harus bernafas melewati mulut, sekali lagi : jangan narik nafas lewat hidung! Sudah banyak korban berjatuhan.
33.      Tarik nafas lewat mulut.
44.      Keluarkan udara melewati hidung sekencang-kencangnya. Dan Violaaa
55.      Kacang akan meluncur jauh.

            Permainan ini bisa di coba 1-4 orang bareng pacar. Atau, kalau berani, bareng pacar dan selingkuhan. Kacang yang paling jauh terlempar adalah pemenangnya. Tips : Sebaiknya bermainlah di tempat-tempat yang sepi, dan jangan mengganti kacang dengan biji duren, pokoknya jangan! Giat-giat lah mencoba dan siapa tahu anda bisa menghembuskan kacang sampai dua meter jauhnya. (Iye! Abis itu langsung radang paru-paru)
            Tapi, solusi paling mantap selain kacang adalah SUSU KENTAL MANIS INDOMILK. Dengan rasa yang enak, murah, dan praktis, susu ini juga bisa membuat anda muntah-muntah 7 gerobak. Semua ini tergantung anda yang memilihnya.